Jumat, 04 September 2015

Ayo Mas Ojek.... Please Help me (Fulbright Interview Journey Part II)

Terima Kasih Mas Ojek. Terima kasih karena sudah mengantarkan saya dengan selamat dan nyaris tanpa telat ke lokasi wawancara di Intiland Tower, Sudirman.
Terima kasih Mas ojek (yang lainnya) karena sudah berzig-zag, nyelip sana sini namun tetap dengan perhitungan dan hati-hati karena sudah membuat saya on time check in di Bandara Internasional Soekarno Hatta (yang ternyata pesawat yang akan membawa saya kembali ke kampung yang telat datangnya, delay mah biasa...)
Sedikit rempong memasuki gedunng Intiland Tower dikarenakan ransel besardan tas tangan yang saya bawa. Ditambah lagi rok yang saya pakai seharusnya dibuat lebih lebar sehingga langkah kaki saya bisa lebih lebar-lebar. Nggak papa... Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat dan tanpa gores sedikutpun (walo keringatan....Jakarta sumuk bow, ojek full angin tak bisa mengalahkan gerahnya Jakarta).
Saat saya memasuki kantor Aminef, di ruang tunggu sudah ada gadis cantik yang dari card visitor yang tersemat di jibabnya bisa dipastikan juga tamu, dan kemungkinan juga sedang menunggu giliran wawancara. Benar saja, kami berkenalan dan ternyata kami berdua sama-sama dari Padang. Fanny, gadis cantik itu, sudah mengikuti wawancara Fulbright untuk kedua kalinya. Kami ngobrol dengan berbisik-bisik tentang pengalamannya. Tentang kemungkinan kenapa tahun lalu dia gagal. Persiapan, itu yang kurang dilakukan Fanny disamping spoken English yang menurutnya kurang bagus.
Berbeda dengan menunggu pacar yang semenit terasa amat lama, menunggu giliran dipanggil untuk wawancara rasanya kok cepat banget...
Fanny dipanggil masuk ruangan interview oleh Mbak Mitha yang wajahnya sangat familiar buat saya (Ehh... si Mbak ini kan yang video penjelasannya tentang program Fulbright banyak beredar di Youtube?). Sebelum Fanny ada candidate dari Aceh yang juga seperti saya, akan segera langsung menuju bandara untuk terbang kembali ke Aceh (tentengannya koper kecil, lebih besar sedikit dari ransel saya). Sebelum keluar, kami bertiga saling mengucapkan GOOD LUCK (semoga kita ketemu lagi di next stage ya guys :))
30 menit berlalu, tibalah giliran saya. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang cepat pergantian candidate yang dipanggil masuk, pas giliran saya agak sedikit lama, karena beberapa panelists keluar untuk bisnis kecil di restroom. Tidak membuang kesempatan ini, Fanny berbaik hati menceritakan dengan ringkas proses pembantaiannya di dalam sana. Fanny juga membantu saya untuk mengambil gambar saya berlatarbelakang logo Fulbright yang mendunia itu. (dari tadi dah kepingiiiin.... tapi malu..hahahah)
Ini Foto saya, hasil jepretan Fanny:
Sesaat,,, bener-bener sesaat setelah foto ini diambil, saya dipanggil Mbak Mitha memasuki ruang eksekusi....
Detail wawancara akan saya ceritakan segera di post part III ya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar