Alhamdulillah interview berjalan lancar dan akhirnya saya bisa mendapatkan LOA dari UK di minggu kedua April. Senang sekali....walau saya mesti menanggung shortfall atau kelebihan biaya sebesar $2.212. Angka yang cukup besar untuk orang seperti saya.
Sebetulnya saya masih bisa menunggu LOA dari ketiga univ lain, tapi karena ini pilihan pertama saya, shortfall segitu kabarnya masih bisa diakali, saya selak kepingin bernafas lega (dan juga ikut PDO di Jakarta bareng fulbrighter lain, nanti setelah ini bakal saya ceritakan serunya) jadilah saya "YES" kan lamaran dari UK tanpa menunggu kabar 3 univ lainnya. In short, this LOA is the only LOA I have. I don't know whether the other three accept or reject me.Gantian ya.....saya yang selama ini digantung melangkah pergi, heheheh (gantian jual mahal)
Untuk bilang "yes" ke UK tidak semudah yang dibayangkan. Saya mesti cari pinjaman untuk mengisi rekening tabungan yang mengenaskan (sekedar numpang lewat gaji aja). Alhamdulillah, teman-teman yang baik itu juga rezeki. Saya merasakannya. Nenen, teman sesama guru dulu mau bersusah payah mencarikan pinjaman untuk saya. Dana yang nangkring di rekening saya kurang dari 24 jam itu sungguh sangat membantu. Lega sekali rasanya. Sengaja saya tulis disini biar tidak pernah lupa... Makasih ya Nen, I hope someday I can pay you back.
Untuk pembaca yang berniat mendaftar Fulbright, atau malah sedang memilih universitas di sana, please consider the tuition fee and the living cost. Sometimes the living cost is reasonable, but the tuition fee is damn expensive or it works the other way. Kalau bisa kuliah gratis tis..... kenapa harus bayar tho?
Namun itu kembali ke pribadi masing-masing.....termasuk tingkat ekonominya tentu. Universitas swasta biasanya lebih mahal....tapi juga berbanding lurus dengan kualitasnya. Tapi perlu diingat, kampus negeri di US juga pastimya masih lebih baik setidaknya dari segi fasilitas dibanding dengan kampus-kampus di Indonesia. Tidak bermaksud mengecilkan, namun kita memang sedang menuju kesana kan? ke pendidikan yang lebih berkualitas.
Menurut pendapat saya pribadi, dengan melihat kegalauan teman-teman yang memikirkan shortfall sampai belasan ribu dollar, ada baiknya sewaktu memilih universitas disana, siapkan paling tidak 1 pilihan kampus yang "terjangkau" dari semua sisi; ya biaya dan juga nilai syarat masuk yang diminta sesuai dengan yang kita punya. Jangan sampai diterima di seluruh kampus di submission plan, tapi gagal berangkat karena ga sanggup menutupi shortfallnya. Yang lebih parah lagi, tetap bisa berangkat (barangkali pinjam sana sini) tapi di tahun kedua terpaksa pulang kampung karena setelah kurang gizi karena ngirit buat nabung tapi tetap shortfall ga ketutup juga......sedih kan?Finally, dengan mengucapkan basmallah saya resmi menyandang status FULBRIGHTER. Alhamdulillah....Puji dan syukur hanya kepadaNYA...