Setelah lelah melewati berbagai test yang bertubi-tubi, hal lain yang mesti dikhawatirkan adalah adalah proses aplikasi ke universitas di Amerika. Ini merupakan bagian paling crucial karena bila seorang candidate tidak mendapatkan selembar surat sakti yang berjudul Letter Of Acceptance maka status candidate nya harus gugur, walau Principal Candidate sekali pun. Kisah sedih ini dialami oleh sahabat saya yang tahun 2014 lalu menjadi principal candidate Fulbright untuk program Phd. Karena tidak mendapatkan satu LOA pun dari 5 universities yang didaftarkan....maka dengan amat menyesal AMINEF mengirimkan email, menyampaikan kabar sedih kalau statusnya sebagai principal candidate terpaksa dibatalkan dan bila ingin tetap mencoba maka harus mengulang dari awal lagi, dari tahap aplikasi berkas....hufff.....
Walau demikian saya yakin, Dia yang di atas sudah mempersiapkan skenario yang lebih baik untuk sahabat saya ini, seorang sahabat yang telah menyemangati saya untuk "berani" mencoba mendaftar Fulbright.
Back to my own story... Pertengahan Januari lalu akhirnya saya menerima email tentang submisson plan. Submission Plan adalah semacam rancangan yang berisi daftar universitas yang akan menjadi tujuan studi. Biasanya Submission Plan untuk program master berisi 4 universitas dimana 2 diantaranya adalah pilihan candidate dan 2 lagi adalah universitas yang disarankan IIE (Institute of International Education) yang akan mengurusi proses aplikasi setiap candidate, dari A sampai Z.
Awalnya saya mendapat submission plan sebagai berikut:
Karena dalam perjalanan menggali informasi tentang universitas di Amerika saya menemukan University of Kentucky dari salah seorang Fulbrighter tahun 2014, saya jatuh cinta pada universitas ini. Mas Beta Ardiansyah, fulbrighter yang sedang kuliah disana dengan begitu ramah dan terbuka mau berbagi cerita tentang lika likunya menempuh pendidikan master di UK dan tinggal di Kota Lexington. Saya bertekat akan meniru jejak Mas Beta (saya tetap panggil "mas" walau saya yakin banget usia saya pasti jauh lebih tua....penghargaan ala orang timur ya...) untuk mau membantu orang yang membutuhkan informasi tentang seluk beluk perjalanan Fulbright ini. Kadang saya sampai merasa segan sendiri dikarenakan fast respon dari beliau. Saya kadang sengaja menghubungi massanger nya di waktu2 yang menurut perkiraan saya yang bersangkutan sedang tidur (disini siang, disana malam kan?) tapi saya selalu seperti salah timing....langsung dibalas dalam hitungan menit sodara2.....
Dari beliau saya mendapat informasi bahwa score IBt dan GRE saya masih bisa dipertimbangkan di UK (kalau mas Beta sendiri scorenya mak nyus semua sih). Saya berharap semua akan lancar saja. UK memang menjadi pilihan pertama saya..
Jadi untuk finalisasi, my submission plan goes like this:
1. University of Kentucky
2. Florida International University ( ndak ada salju disini) :P
3. Missouri State University, and
4. University of North Texas
Jauh di dalam hati saya sangat berharap untuk bisa diterima di UK, namun demikian saya yakin, bahwa yang sudah dipilihkan Allah adalah yang terbaik buat saya, Apa pun itu.
Sekarang waktunya untuk melanjutkan doa.......

These ways are very simple and very much useful, as a beginner level these helped me a lot thanks fore sharing these kinds of useful and knowledgeable information.
BalasHapusAWS Training in Chennai